Suasana sepi begini
Panahan rindu menusuk hati
Tak mungkin kau sedari
Lantas ku titip puisi kasih
Agar gelora tidak merintih
Sengsara pun menyisih
Dengarkanlah suara hati
Moga dikau mampu mengerti
Cinta hadir tanpa ku rasa simpati
Percayalah
Kasihmu lama tersulam
Di ruang paling dalam
Terlalu jauh tak terselam
Ku akui
Dugaan datang jua pergi
Rela ku menghadapi
Dengan harapan suci
Doa bersemi
Kasih
Usah bak suria kau hadir
Persis ombak memukul ke sisir
Bimbang cinta terusir
Kerna rindu pastikan lahir
Airmata setia mengalir
Berjanjilah ia tak mungkin kan berakhir
Oh oh...
Percayalah...
DAFTAR ISI
Senin, 16 Agustus 2010
Kamis, 15 Juli 2010
untuk diri sendiri
dalam sendiri aku menangis..
mengeluh...sering ku sesali itu...ingin ku bendung air mata yg menetes di hati ini...
mampukah aku untuk menahan segala amarah dan emosiku
sanggupkah aku untuk mengatasi segala ketidakberdayaan ini...
harus bagaimana ku menghadapinya
aku tak tahu lagi
hanya sedikit yg bisa ku luapkan dari bibir ini...
karena segala amarah telah terlampiaskan di hati
karena semua air mata telah mengalir ke seluruh tubuh mengikuti aliran darahku
aku tak sanggup lagi untuk berkata indah
aku tak mampu lagi untuk tersenyum
aku rindu senyumanku
aku kangen ceriaku
galau hati ini
kalut serasa menguasai jiwa ini
tak ada yang bisa dimengerti selain mengerti diri sendiri
mengeluh...sering ku sesali itu...ingin ku bendung air mata yg menetes di hati ini...
mampukah aku untuk menahan segala amarah dan emosiku
sanggupkah aku untuk mengatasi segala ketidakberdayaan ini...
harus bagaimana ku menghadapinya
aku tak tahu lagi
hanya sedikit yg bisa ku luapkan dari bibir ini...
karena segala amarah telah terlampiaskan di hati
karena semua air mata telah mengalir ke seluruh tubuh mengikuti aliran darahku
aku tak sanggup lagi untuk berkata indah
aku tak mampu lagi untuk tersenyum
aku rindu senyumanku
aku kangen ceriaku
galau hati ini
kalut serasa menguasai jiwa ini
tak ada yang bisa dimengerti selain mengerti diri sendiri
Kamis, 01 Juli 2010
TEntaNG rASa
Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
TEntaNG rASa _ AstRID
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
TEntaNG rASa _ AstRID
Langganan:
Postingan (Atom)
seep...seep....
CINTA BERTAHAN
hidup yang sedang berjalan
terasa ringan berjalan karenamu di sisiku, di sampingku
cinta yang kian tertanamterasa berat bertahan karena kau menguatkan, menyucikan
kau dan aku bersenyawamengarungi hidup
cintaku ini akan bertahantak akan habis menembus jaman kau buat mega menjadi warna satukan hati dan percaya
cintaku ini akan bertahansemakin hari semakin dalam engkau dan aku bisa jadikan mimpi jadi kenyataan
hidup yang sedang berjalanterasa ringan berjalan karena kau menguatkan, menyucikan
kau dan aku bersenyawamengarungi hidup